Berita, DPR  

Kalau ada Ikan, Sayur, Sagu dan Kayu Bakar “Tolong Ingat Guru” ! Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai Minta Peran Aktif Orang Tua dan Guru Benahi Pendidikan

Waindu – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi, M.H meminta peran aktif orang tua dan guru dalam membenahi mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Pernyataan tersebut disampaikannya saat mendampingi Benyamin Arisoy, SE, M.Si dalam kunjungan kerja ke Distrik Raimbawi, Rabu (25/2/2025).

Dalam pertemuan bersama masyarakat Raimbawai di Kampung Waindu, Ebzon menegaskan bahwa salah satu tugas DPRK adalah melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Raimbawi akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan memperhatikan para guru serta tenaga medis yang bertugas di kampung-kampung.

“Saya titip guru-guru kepada masyarakat Raimbawi. Kalau ada makanan lebih, ingat mereka. Bawa ikan, sayur, kayu bakar dan hargai mereka. Kalau guru hidup baik dan nyaman, mereka pasti mendidik anak-anak kita menjadi pintar,” pesannya.

Lebih lanjut, Ebzon menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak, khususnya bagi siswa sekolah dasar agar mampu membaca, menulis dan berhitung dengan baik.

“Saya minta masyarakat, terutama orang tua, untuk aktif mengajar anak-anak SD khususnya agar bisa membaca, menulis dan berhitung. Kurikulum Merdeka Belajar menghendaki peran aktif orang tua. Solusi sederhana adalah orang tua ajar anak baca Alkitab. Saya harap peran serta orang tua membantu guru-guru agar anak-anak kita pintar dan cerdas sebagaimana yang diharapkan pemerintah daerah,” pintanya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah melakukan pemalangan sekolah, pustu maupun puskesmas ketika terjadi persoalan di kampung.

“Jangan cepat-cepat palang sekolah, palang pustu, palang puskesmas dan lain sebagainya. Karena yang akan rugi adalah masyarakat sendiri, yang rugi adalah anak-anak kita. Kalau ada masalah, lapor kepala kampung, lapor kepala distrik dan selanjutnya ke Bupati. Mereka adalah jajaran pemerintahan dari kampung sampai kabupaten,” ujarnya.

Ebzon juga mendorong masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila ada kepala kampung, bamuskam atau aparat yang tidak berada di tempat tugas, sebagai bentuk partisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, ia turut menjelaskan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran secara nasional.

“APBD Kabupaten Kepulauan Yapen sebelumnya berada di atas Rp1 triliun. Namun tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp900 miliar lebih akibat efisiensi nasional. Ini tentu berdampak pada semua sektor. Masyarakat harus tahu bahwa kita sedang dalam keterbatasan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah bersama DPRK tetap sama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan secara bertahap demi masa depan generasi Yapen yang lebih baik. (*)