Ini himbauan Bupati soal kondisi asrama Kepulauan Yapen di beberapa kota studi.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos menjawab pertanyaan humas terkait sejumlah pemberitaan soal asrama di Papua Barat, yang sejumlah fasilitasnya telah tua dan sempat diberitakan disejumlah media online. Bupati Tonny menjelaskan bahwa akhir-akhir ini, ada penyampaian dari mahasiswa asal kota Serui, yang masih aktif kuliah di beberapa kota studi di Papua maupun Papua Barat. Para mahasiswa tersebut merasa terganggu dikarenakan tidak bisa tinggal atau mendiami asrama tersebut, karena masih ditempati oleh alumni, bahkan ada yang telah berkeluarga (tinggal dengan keluarga), menurut Bupati bahwa hal ini telah terjadi cukup lama dan agak sulit untuk kesadaran tersebut disampaikan kepada yang bersangkutan.

“Ini adalah satu keadaan yang saya kira perlu ada kesadaran dari mahasiswa kita yang sudah tamat. Saya kira kita sebagai pemerintah daerah, saya akan memerintahkan staf untuk meninjau kembali kondisi asrama yang ada dan kita akan coba untuk menertibkan ini.”

Bupati Tonny akan memerintahkan stafnya dari bagian kesra atau Bappeda, guna melakukan pengecekan agar dapat ditertibkan. Hal ini menjadi perlu, karena bukan saja merugikan mahasiswa tetapi dirinya juga mendengar kabar bahwa ada asrama mahasiswa Kepulauan Yapen yang konon, digunakan sebagai tempat transaksi narkoba serta melanggar hukum. Oleh sebab itu dirinya akan meminta staf nya untuk mengecek langsung di lapangan.

Bupati Tonny menghimbau kembali kepada para mahasiswa asal Kepulauan Yapen yang telah selesai menuntut ilmu di kota-kota studi serta yang sudah berkeluarga, untuk sadar diri dengan meninggalkan asrama agar dapat ditertibkan dan di fungsikan sebagai mana mestinya.

(foto dan Video : C.R.I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *