the official website of the Kabupaten Kepulauan Yapen
SIMBOLIS PEMASANGAN SENG GEREJA PENTAKOSTA DI TANAH PAPUA (GPDP) Previous item PEMBANGKIT LISTRIK MESIN... Next item MUSYAWARAH CABANG V...

SIMBOLIS PEMASANGAN SENG GEREJA PENTAKOSTA DI TANAH PAPUA (GPDP)

Secara simbolis Bupati Tonny Tesar, S.Sos, melakukan pemasangan atap seng Gereja Pentakosta di Tanah Papua (GPDP) di Kampung Wawuti, Distrik Angkaisera, Sabtu (09/02/2019).

 

Kepulauan Yapen – Penyelesaian hidup kita terlalu singkat maka kita harus memaknai hidup kita serta saling memaafkan. Pesan singkat ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Tonny Tesar, S.Sos melalui sebuah ilustrasi kehidupan yang dibacakan saat melakukan sambutan pemasangan atap seng Gereja Pentakosta di Tanah Papua (GPDP) di Kampung Wawuti, Distrik Angkaisera, Sabtu (09/02/2019).

Sebagai mitra pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan dalam pembagunan rumah ibadah yang bertujuan mendorong umat untuk menjadi warga negara yang baik serta berperan aktif mendukung pembangunan.

Hal inilah Bupati menyampaikan sebuah ilustrasi kehidupan yang membawa kita semua untuk memaknai hidup lebih jauh bahwa kita hanya ada dalam perjalanan hidup yang sangat singkat, yang diambil dari kutipan dari pendeta I Muliyana.

“Seorang wanita muda duduk santai di dalam bis kota, saat sampai di satu pemberhentian seorang wanita tua dan cerewet naik lalu duduk disamping wanita muda itu, kemudian tas yang dibawa oleh wanita tua itu ditarukan saja secara bertumpuk dekat wanita muda tersebut, sehingga wanita muda duduknya setengah terjepit dengan bawaan yang di bawa oleh orang tua tersebut. Ada seorang pemuda yang duduk disamping bangku melihat dengan kesal dan bertanya pada wanita muda tadi, kenapa kamu tidak bicara saja katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu. Kemudian wanita muda itu menjawab sambil tersenyum, aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beraduh argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, perjalanan bersama kita ini terlalu singkat saya juga akan turun diperhentian bis didepan”.

Salah satu makna yang begitu besar untuk kita ilhami bagaimana cara memaafkan dan dimaafkan bukanlah hal yang begitu mudah, namun proses hidup ini begitu singkat ketika semua masalah untuk di gubris dengan sikap egois.

Sedangkan untuk peletakan batu pertama Gereja Pentakosta di Tanah Papua (GPDP) di Kampung Wawuti, Distrik Angkaisera pada tahun 2014 dan baru pada tahun 2019 Gereja ini melakukan pemasangan seng pertama.

Kegiatan simbolis pemasangan seng ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres serta Ketua Pengadilan Tinggi Serui.

(am/sp)

%d bloggers like this: