Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir di Yapen Selatan, Tegaskan Komitmen Cari Solusi

Serui – Bupati, Benyamin Arisoy bersama Wakil Bupati, Roi Palunga turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Distrik Yapen Selatan, Senin (23/2/2026).

Beberapa titik yang dikunjungi di antaranya Kampung Manaini, KPR Dusun, Perumahan KPR, serta Jembatan SD Tingkat. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus mencari solusi konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Kepala BPBD Jhon Moai serta Dinas PUPRPKP. Mereka berdiskusi langsung dengan warga guna mengidentifikasi penyebab utama banjir dan langkah penanganan yang dapat segera dilakukan.

Di hadapan masyarakat, Benyamin Arisoy menegaskan bahwa meskipun kondisi fiskal daerah saat ini berada dalam situasi efisiensi secara nasional, pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen tidak akan tinggal diam, melainkan akan mencari solusi.

“Pemerintah di bawah kepemimpinan saya Benyamin Arisoy dan Roi Palunga akan mencari solusi. Walau kondisi fiskal dalam kondisi efisiensi, namun kami akan duduk bersama OPD untuk mencari solusi bersama. Saya harap masyarakat hidup bersih dengan tidak buang sampah sembarangan, karena sampah juga menjadi penyebab utama banjir. Saya juga meminta masyarakat pro aktif, terutama pemilik hak ulayat, agar pembangunan drainase dan talud lainnya harus jelas, supaya tidak menimbulkan masalah” tegas Bupati.

Ia mengakui, persoalan banjir merupakan masalah yang terus berulang setiap tahun. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan, termasuk lokasi dengan elevasi lebih tinggi yang menyebabkan air mengalir mencari daerah rendah.

“Banyak titik yang lebih tinggi sehingga air mencari daerah rendah. Ini akan kita petakan dan rencanakan langkah-langkah solusinya, baik yang bisa dikerjakan tahun ini maupun tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Roi Palunga menegaskan bahwa OPD teknis akan segera bergerak melakukan pembersihan selokan serta mengkaji kembali elevasi dan kemiringan saluran air di sejumlah titik.

“Kami akan memikirkan bagaimana caranya untuk got di belakang Gereja GBI Rehobot di Kali Dingin dapat dilebarkan ke Kali Woru. Juga alat akan mengeruk material yang terus turun dari mata air di Sekolah Yapis KPR Dusun. Lalu juga akan melihat bagaimana aliran air dapat dialirkan melalui got di depan Tongkonan dan Gereja Kapernaum, agar tidak tertumpuk ke perumahan KPR yang juga akan mengarah ke Hotel Kelapa Dua dan Gereja Rehobot Kali Dingin,” jelas Roi Palunga.

Di sisi lain, Piter Pulung, salah satu warga KPR Dusun, menyampaikan usulan normalisasi drainase kepada pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa material pasir dan batu yang terbawa air dari area Sekolah Yapis membuat saluran menjadi dangkal dan menyebabkan air meluap ke badan jalan hingga masuk ke rumah warga.

“Saya tinggal cukup lama di KPR Dusun, dulunya tidak demikian. Namun setelah dibangun Sekolah Yapis dan mata air diarahkan tidak pada jalurnya, akhirnya terjadi seperti begini. Dan setiap hujan, pasir dan batu-batu selalu ikut terbawa air ke dalam drainase sehingga dangkal dan air meluap ke badan jalan dan rumah masyarakat,” ungkap Piter.

Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tidak tinggal diam, tetapi turun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menuntut, tetapi terlibat aktif menjaga kebersihan dan mendukung setiap solusi yang akan disepakati bersama.

Plt Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumirto Dwi Bongga, saat dihubungi menanggapi tegas terkait berbagai informasi dan komentar yang beredar di tengah masyarakat mengenai penanganan banjir di wilayah KPR dan sekitarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di kawasan tersebut.

“Perlu kami sampaikan secara tegas bahwa penanganan telah dan sedang dilakukan. Ini bukan pembiaran, tetapi proses yang berjalan dengan perhitungan teknis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah konkret yang sudah dan sedang dilaksanakan antara lain ; Normalisasi Sungai Woru, Pembersihan dan perbaikan drainase di lingkungan KPR Dusun, Pekerjaan box culvert sebagai muara aliran air dan Rencana normalisasi lanjutan pada gang-gang menggunakan excavator mini

Jumirto menegaskan, seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan kajian teknis yang matang. Hal ini penting agar solusi yang diterapkan tidak justru memindahkan atau menambah titik banjir baru di lokasi lain.

“Penanganan harus berbasis kajian teknis. Kami tidak bisa bekerja asal cepat tanpa perhitungan, karena itu bisa menimbulkan dampak banjir di titik lain. Prinsipnya, kita ingin solusi permanen dan terukur,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air, karena faktor tersebut turut memperparah kondisi drainase saat curah hujan tinggi. (*)