Bupati Benyamin Arisoy dan Ketua DPRK Ebzon Sembai Cek Langsung Guru dan Nakes di Raimbawi

Waindu – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE, M.Si bersama ketua DPRK Ebzon Sembai, S.Pi, M.H melakukan kunjungan kerja ke Distrik Raimbawi, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan ini turut didamingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga C.H. Marani serta Plt Kepala Distrik Raimbawi, Dody Lefta. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Distrik Raimbawi itu dihadiri para kepala kampung, bamuskam, guru, serta tenaga kesehatan dari tujuh kampung yakni Waindu, Barawai, Woda, Kororompui, Aisau, Sawenui dan Sawendui.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Benyamin Arisoy langsung mengecek satu per satu dari jenjang SD dan SMP, menanyakan kondisi sekolah, serta memastikan guru dan tenaga medis bertugas di tempat. Ia juga memverifikasi langsung laporan kepala distrik, kepala kampung dan masyarakat terkait kondisi pendidikan dan kesehatan di Raimbawi.

Mengawali dialog, Bupati mengapresiasi kinerja Plt Kepala Distrik, Dody Lefta, yang dinilai selalu hadir bersama masyarakat di tujuh kampung. Bahkan, masyarakat secara terbuka meminta agar Dody Lefta dilantik sebagai kepala distrik definitif.

“Apakah Plt Kepala Distrik baik menurut masyarakat?” tanya Bupati, yang dijawab serempak dengan kata “baik” disertai permintaan agar segera dilantik definitif.

Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan kepala-kepala distrik. Ia menegaskan komitmennya agar seluruh aparatur, mulai dari kepala distrik, kepala kampung, guru hingga tenaga medis, wajib berada di tempat tugas.

“Saya mau yang seperti ini. Kepala distrik, kepala kampung, guru dan tenaga medis harus ada di kampung, melaksanakan tugas kepada masyarakat. Tahun ini fokus kita adalah pelayanan pemerintahan dari tingkat kampung, distrik hingga kabupaten,” tegasnya.

Bupati juga secara terbuka menjelaskan kondisi keuangan daerah. Ia menyampaikan bahwa sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kondisi APBD telah ditetapkan sebelumnya, sementara pada 2025 hingga 2026 terjadi efisiensi dana transfer ke daerah secara nasional, termasuk dana Otsus.

“APBD Kabupaten Kepulauan Yapen sebelumnya berada di atas 1 triliun. Namun tahun 2026 turun menjadi sekitar 900 miliar lebih akibat efisiensi nasional. Ini tentu berdampak pada semua sektor. Masyarakat harus tahu bahwa kita sedang dalam keterbatasan, tapi kita tidak boleh diam. Kita harus terus bekerja kepada rakyat di negri ini ! ” ujarnya tegas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran, keterbatasan sarana prasarana tidak boleh menjadi alasan ASN meninggalkan tugas. Ia mengingatkan bahwa kesetiaan, ketaatan, integritas dan kejujuran adalah sumpah janji ASN.

Bupati juga mengungkapkan hasil survei internal Yayasan Rumsram yang menunjukkan sekitar 60 persen siswa SD dari 10 sekolah yang ditinjau naik kelas namun belum mampu membaca, menulis dan berhitung dengan baik.

“Ini memalukan. Masyarakat malu, saya sebagai Bupati juga malu. Untuk itu saya benahi. Itu tegas saya sampaikan. Saya minta kitong semua benahi realita ini” katanya.

Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya perbaikan akses jalan darat antar kampung, terutama akses menuju pasar Awunawai, Yapen Timur. Mereka menyebut akses laut sangat rawan kecelakaan, bahkan pada Desember 2025 terjadi kecelakaan laut yang menyebabkan 17 orang hilang.

Warga juga meminta perhatian terhadap ruas jalan Duai–Woda, penambahan guru, penertiban nota dinas, penetapan kepala sekolah definitif, serta penyediaan rumah tinggal guru dan nakes.

Dari sektor kesehatan, meminta perhatian akan kesejahteraan pegawai, pembangunan rumah singgah di dekat Puskesmas Waindu agar keluarga pasien dari kampung dapat tinggal sementara sebelum dirujuk ke Puskesmas Dawai atau RSUD Serui, mengingat kondisi laut dan akses jalan darat yang belum baik, bahkan juga rawan kecelakaan.

Sementara itu, Ketua DPRK Ebzon Sembai menjelaskan bahwa salah satu tugas DPRK adalah melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Aspirasi masyarakat Raimbawi, akan menjadi atensi untuk ditindaklanjuti eksekutif secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ia juga meminta masyarakat turut menjaga dan memperhatikan para guru serta tenaga medis.

“Saya titip guru-guru kepada masyarakat Raimbawi. Kalau ada makanan lebih, ingat mereka. Bawa ikan, sayur, kayu bakar dan hargai mereka. Jangan setiap masalah harus palang sekolah, pustu, puskesmas karena yang rugi juga adalah masyarakat Raimbawi sendiri. Kalau guru dan nakes hidup baik dan nyaman, mereka pasti mendidik anak-anak kita menjadi pintar dan masyarakat juga sehat,” pesannya.

Ebzon juga mengajak masyarakat proaktif melaporkan apabila ada kepala kampung, bamuskam atau aparat yang tidak berada di tempat tugas.

“Masyarakat harus proaktif dalam pengawasan. Sebagi representasi masyarakat, saya sebagai DPR akan selalu mengingatkan Bupati dan perangkatnya untuk memerhatikan aspirasi-aspirasi masyarakat Raimbawi, meskipun dalam kondisi keuangan yang terbatas. Kita berdoa dan berharap agar ditahun mendatang, kondisi keuangan daerah membaik sehingga asporasi-aspirasi yang telah disampaikan dapat dijawab” tutur Ebzon.

Di akhir kunjungan, Bupati bersama Ketua DPRK dan Kepala Dinas Pendidikan menyerahkan bantuan seragam SD kepada sekolah-sekolah di Raimbawi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut. (*)