sbobet onlineslot gacor
Pentahbisan GKI Betel Borai, Bupati Benyamin: Gereja Harus Jadi Motor Perubahan Umat - KEPULAUAN YAPEN

Pentahbisan GKI Betel Borai, Bupati Benyamin: Gereja Harus Jadi Motor Perubahan Umat

KEPYAPENKAB.GO.ID, Serui – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE., M.Si., menghadiri ibadah pentahbisan Gedung Gereja GKI Betel Borai yang berlangsung penuh sukacita dan khidmat. Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut dengan tarian adat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, Penjabat Sekretaris Daerah, anggota DPRK Kepulauan Yapen, pimpinan OPD, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta warga jemaat. Ibadah pentahbisan dipimpin oleh Anggota BP AM Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah IV, Pdt. Resly M. Birahi.

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh jemaat GKI Betel Borai, panitia pembangunan, para donatur, serta semua pihak yang telah bekerja keras dan bergotong royong hingga pembangunan rumah ibadah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh jemaat, panitia pembangunan, para donatur, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga pembangunan rumah ibadah ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Bupati.

Menurutnya, peresmian dan pentahbisan gedung gereja bukan sekadar menandai selesainya sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata iman, kesetiaan, dan kebersamaan jemaat dalam melayani Tuhan. Kehadiran gedung gereja yang baru diharapkan menjadi pusat persekutuan, pelayanan, kesaksian, dan pembinaan iman bagi seluruh warga jemaat.

Bupati mengingatkan bahwa kemegahan sebuah gedung gereja harus diiringi dengan perubahan perilaku hidup umat yang semakin mencerminkan nilai-nilai Kristiani.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa tubuh kita adalah bait Allah. Karena itu, selain membangun gedung gereja yang baru, kita juga harus membangun kehidupan yang baru yang mencerminkan karakter Kristus. Jangan sampai kita memiliki gedung gereja yang megah, tetapi kehidupan rohani dan perilaku sosial kita tidak mengalami perubahan,” tegasnya.

Ia berharap Gereja GKI Betel Borai menjadi tempat yang melahirkan pribadi-pribadi yang takut akan Tuhan, menjadi terang dan teladan, tidak hanya di lingkungan jemaat, tetapi juga dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak gereja untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, menciptakan ketenteraman, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Selain itu, Bupati mengimbau seluruh warga jemaat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan wujud syukur atas ciptaan Tuhan.

Mari kita jadikan lingkungan gereja dan lingkungan tempat tinggal kita bersih, sehat, indah, dan nyaman sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ajaknya.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengajak seluruh pimpinan gereja, para pendeta, majelis jemaat, dan pelayan gereja untuk membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan HIV/AIDS.

Menurutnya, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen saat ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Melalui mimbar gereja, pembinaan warga jemaat, kelompok pemuda, kaum bapak, kaum ibu, hingga sekolah minggu, gereja diharapkan dapat terus menyuarakan pentingnya hidup sehat, menjaga pergaulan yang baik, serta menjauhi perilaku berisiko.

Penanganan persoalan HIV/AIDS tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif gereja dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.

Rangkaian ibadah pentahbisan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan menjadi momentum bersejarah bagi Jemaat GKI Betel Borai. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap kehadiran gedung gereja yang baru semakin memperkuat pelayanan, mempererat persaudaraan, serta mendorong lahirnya umat yang menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan mendukung pembangunan daerah.