sbobet onlineslot gacor
Ombak Bertemu Budaya, Festival Bahari Yapen 2026 Resmi Dibuka di Pulau Kurudu - KEPULAUAN YAPEN

Ombak Bertemu Budaya, Festival Bahari Yapen 2026 Resmi Dibuka di Pulau Kurudu

KEPYAPENKAB.GO.ID, KURUDU – Festival Bahari Yapen Tahun 2026 resmi dibuka di Kampung Krembi, Distrik Pulau Kurudu, Rabu (8/7/2026), dengan mengusung tema “Ombak Bertemu Budaya”. Festival yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 ini menjadi momentum untuk melestarikan budaya bahari, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui kearifan lokal.

Ketua Panitia Festival, Musa Wabes, dalam laporannya menjelaskan bahwa Festival Bahari Yapen bertujuan melestarikan tradisi memancing ikan tenggiri secara tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Kurudu. Selain itu, festival ini juga mengangkat permainan tradisional lempar tombak, meningkatkan kunjungan wisata, memberdayakan pelaku UMKM lokal, serta memperkuat jaringan ekonomi perikanan tradisional di wilayah tersebut.

Menurut Musa Wabes, tema “Ombak Bertemu Budaya” dipilih karena menggambarkan kondisi geografis Pulau Kurudu yang kerap menghadapi musim ombak besar sehingga akses menuju pulau menjadi sulit. Namun, di tengah tantangan tersebut, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, di antaranya lomba memancing ikan tenggiri secara tradisional dengan hadiah utama satu unit sepeda motor, juara kedua memperoleh satu unit sepeda motor, sedangkan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan. Selain itu, digelar pula lomba menyanyi, lomba Yospan, dan lomba mengolah ikan tenggiri.

Musa Wabes juga mengungkapkan bahwa tradisi memancing menggunakan fete-fete dan siosinai atau lempar tombak akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda karena merupakan identitas budaya masyarakat Pulau Kurudu yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, yang membuka festival tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Bahari Yapen 2026.

Ia mengatakan, festival ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kabupaten Kepulauan Yapen dikelilingi oleh lautan yang luas. Distrik Pulau Kurudu merupakan lokasi yang sangat tepat karena menjadi salah satu gerbang kekayaan maritim dan warisan budaya leluhur yang tak ternilai harganya. Laut bukan hanya menjadi pemisah antarpulau, tetapi juga penghubung kehidupan, penjaga sejarah, dan identitas masyarakat pesisir,” ujar Roi Palunga.

Menurutnya, Festival Bahari Yapen menjadi bukti bahwa budaya masyarakat Yapen tumbuh dan berkembang seiring dengan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut, mulai dari tradisi mencari nafkah, menyambut musim panen, hingga seni dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan warisan budaya bahari sebagai jati diri masyarakat Yapen, mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, mempererat persaudaraan antarsuku, antarpulau, dan antarelemen masyarakat, serta mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya nenek moyang.

Kami berharap generasi penerus dapat terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya-budaya yang kita miliki agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Yapen di masa yang akan datang,” tutup Roi Palunga.