Wakil Bupati Yapen Buka Pemalangan Pustu Turu, Pelayanan Kesehatan Kembali Berjalan

Serui – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Roi Palunga, turun langsung ke Kampung Turu, Distrik Yapen Selatan, untuk membuka pemalangan Puskesmas Pembantu (Pustu) Turu yang sempat menghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Senin (9/2/2026).

Pemalangan Pustu tersebut dilakukan beberapa keluarga sehingg menyebabkan tenaga kesehatan tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat selama beberapa waktu. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen kemudian mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi dialog bersama pihak keluarga dan unsur kampung.

Sekretaris Kampung Turu, Hendrik Koyari, menjelaskan bahwa pemalangan tersebut tidak berkaitan dengan sengketa lahan, melainkan persoalan upah tenaga kerja yang dinilai belum sesuai oleh pihak keluarga.

“Ini bukan masalah tanah, tetapi terkait upah tenaga kerja. Karena tidak puas dengan upah yang diterima, keluarga melakukan pemalangan sejak 12 Januari lalu,” kata Hendrik.

Menurut Hendrik, melalui komunikasi yang dibangun secara kekeluargaan, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Pada hari ini, 9 Februari, Bapak Wakil Bupati hadir secara resmi, bertemu langsung dengan keluarga yang melakukan pemalangan, dan setelah komunikasi yang baik, kunci diserahkan kepada Bapak Wakil Bupati untuk membuka Pustu,” ujarnya.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga mengatakan, kehadiran pemerintah bertujuan memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, tidak terhenti.

“Hari ini kita hadir untuk menyelesaikan masalah pemalangan Pustu Turu. Puji Tuhan, semua dapat diselesaikan. Kita sudah bicara dari hati ke hati dan menemukan titik temu. Pelayanan di Pustu ini sudah bisa berjalan kembali,” kata Roi Palunga.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Pustu sangat penting bagi masyarakat Kampung Turu. Jika pelayanan terhenti, warga harus menempuh perjalanan ke Puskesmas Serui Kota dengan biaya tambahan, sekaligus berpotensi menimbulkan penumpukan pelayanan.

“Karena itu pemerintah daerah mengambil langkah ini agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, dr. Andi Raya Sarjatno, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas langkah cepat dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang bergerak cepat sehingga tenaga kesehatan di Pustu Turu dapat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sebelum palang dibuka, pihak keluarga pemalang menyampaikan maksud dan tujuan mereka dalam forum bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Satia, Ketua Jemaat GKI Pniel Turu.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Kampung Turu beserta aparat kampung, tenaga kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen. Dengan dibukanya kembali Pustu Turu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat sudah bisa kembali berjalan normal seperti biasanya.

Penulis: Robby MesakEditor: Mark Imbiri