Reporter : Andrew Woria
Serui – Inilah perjuangan Brandon Merasi, Dominggas Orarei Yuspina Kandipa, Mariangke Imbiri, serta Amina, siswa SMK YPK Serui ditengah pandemi covid-19. Mereka harus rela melantai berjam jam di halaman kantor sekretariat daerah kabupaten Kepulauan Yapen untuk dapat mengakses jaringan wifi publik yang disediakan oleh pemerintah. Walau ditengah situasi aktivitas perkantoran namun hal ini tidak menggangu mereka untuk dapat mengakses layanan wifi publik.
Ketika ditemui oleh kepyapenkab.go.id kepada salah satu siswa SMK YPK jurusan Akuntansi ini menjelaskan bahwa disekolah mereka tersedia wifi namun terbatas, sehingga dirinya bersama teman sekelas harus mencari layanan wifi publik untuk bisa mengerjakan tugas tugas secara daring (online). Siswa SMK YPK Serui ini pun menaruh harapan besar serta perhatian dari pemerintah agar fasilitas internet untuk menunjang kegiatan belajar secara daring bisa terus ditingkatkan.
Melihat kondisi ini, wakil ketua DPRD Kepulauan Yapen, Fridolin Warkawani mendatangi siswa tersebut, serta mendengar keluhannya, hal tersebut juga ditindak lanjuti ke Pihak Sekolah, serta bertemu Kepala Sekolah SMK YPK Serui, Herlina Surbakti.
‘Intinya sekarang dikordinasikan semua hal ini sehingga kita bisa mencari solusi sehingga pelayanan internet bagi anak anak sekolah bisa berjalan terkait dengan pemberlakuan PPKM ini.” Ujarnya
Dirinya berharap kedepannya siswa siswi tidak berkeliaran mencari jaringan di luar.
Di SMK YPK Serui, Kepsek menyebutkan bahwa jaringan di sekolah memang tidak stabil. Sementara dengan jumlah siswa yang banyak tidak mencukupi dengan bandwith yang tersedia.saat ini SMK YPK Serui menggunakan Produk indihome milik operator Telkom sebesar 4 Giga yang dipakai hampir 700an siswanya.
Sementara itu, Wilem Z Bonay Selaku Kadis Kominfo Kabupaten Kepulauan Yapen yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa kewenangan bagi SMA/SMK langsung dari Provinsi Papua tetapi dari Kementerian akan memberikan VSAT dari Bakti dan baru diusulkan untuk dipasang di beberapa SMA diantaranya SMA unggulan Dawai, SMA Poom, serta SD YPK Ariepi. Ia mengakui bahwa ada kendala dalam koordinasi, ia berharap dinas P dan K Kabupaten dapat proaktif menghitung jumlah sekolah yang menggunakan WiFi. Sementara dalam kota serui, pemasangan vsat dilakukan oleh Telkom, dan permasalahan keterbatasan jaringan untuk SMK YPK Serui perlu ada kebijakan pemerintah daerah untuk menyuplai bandwidth karena hal itu adalah kewajiban pemerintah provinsi tuturnya.
Untuk Sekolah Dalam kota sendiri hampir seluruh nya dilayani oleh PT.Telkom ujarnya. Sementara faskes seperti puskesmas masih dilayani Kemenkominfo.
Foto : ( Andrew Woria )