Direktur RSUD Serui akui ada kesalah pahaman (miskomunikasi) antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen dengan RSUD.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Seorang dokter Penyakit dalam sempat diberitakan tidak berada di tempat tugas di RSUD Serui, akhirnya pun diklarifikasi oleh Pihak  RSUD Serui. Dimana Direktur RSUD Serui, dr. Jhony B. Abaa, M.Kes akui ada miss Komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan RSUD Serui. Hal ini terkait  pelayanan salah satu dokter penyakit dalam di RSUD Serui. Ketika dikonfirmasi langsung melalui sambungan telefon oleh www.kepyapenkab.go.id kepada Direktur RSUD Serui, pada hari Jumat, 22/01/2021 dr. Jhony B. Abaa, M. Kes menjelaskan bahwa selama ini dokter Penyakit Dalam di RSUD serui selalu ada, terlebih sejak masa pandemi dari maret 2020 lalu. Sehingga mungkin ada miss Komunikasi ketika dokter penyakit dalam izin ke Jayapura.

” Ya…mungkin saat itu dokter Penyakit dalam nya lagi keluar jadi tidak ada ditempat. Tapi selama covid sampai dengan terlockdown dan hingga saat ini juga tetap melayani dengan baik. Jadi kita juga tidak bisa salahkan dokter Penyakit dalam karena keluarga nya juga di Jayapura”  tuturnya.

Sementara itu ketika ditanyai Terkait hak hak nakes yang bertugas menangani covid serta belum dibayarkan, dijelaskan Direktur RSUD bahwa untuk biaya tenaga magang dan honor pada ruangan isolasi covid-19 dari kementerian kesehatan sudah tidak ada, sehingga RSUD telah mengambil langkah-langkah dengan bertemu Bupati.

“Untuk SK ke-2, kita ketemu pak bupati dan minta pak bupati untuk mereka dibantu dengan hitung lembur,  jadi kemarin sampai dengan tanggal 22 baru dana mereka cair untuk membayar tenaga magang honor di covid ” tuturnya.

Direktur juga menjelaskan bahwa saat ini tenaga perawat magang sudah tidak dipakai lagi di ruang isolasi, karena covid sudah sama seperti malaria dan flu pada umumnya sehingga tidak ada dana lagi yang bisa dipakai atau digunakan lagi untuk honor atau insentif untuk tenaga yang mengurus covid baik dari Kabupaten maupun dari kementerian kesehatan.

Tentang ruangan isolasi Pada RSUD Serui, direktur menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan pemasangan hepa filter, karena tidak ada pasien covid yang dirawat di sana, namun saat ini ruangan isolasi ini diaktifkan kembali karena tengah merawat 1 pasien covid dari kota Serui. Pasien yang dirawat juga tidak memiliki keluhan hanya karena sempat jatuh dikamar mandi dan dirawat, namun diketahui juga terpapar dan positif covid 19.

(foto : Dok. Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Kepulauan Yapen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *