Di Yapen, para OTG yang sedang jalani isolasi di rumah biru, melakukan kegiatan refreshing di pantai.

Reporter : VJ Polanunu

Serui – Pada Kamis, 09 juli 2020 kemarin, 8 dari 10 Orang Tanpa Gejala (OTG), yang di rawat dan di isolasi di Rumah Biru, di bawa untuk rekreasi di Pantai Kabuena.
(Jumat, 10/07/2020).

dr. Elia Kurni selaku penanggung jawab Rumah Biru (rumah isolasi) menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari salah satu Program yang di terapkan kepada mereka yang sedang dirawat, dimana menurutnya (dr. Elia Kurni) bahwa, dalam pengobatan atau terapi yang diberikan tidak hanya dengan terapi obat – obatan saja, namun dalam metode pengobatan ada juga yang di sebut Pengobatan Non Farmakologi atau pengobaran tanpa obat – obatan, hal tersebut ini lah yang sedang diterapkan kepada 10 Orang Tanpa Gejala (OTG), yang sementara berada di rumah isolasi atau rumah biru, dimana mengigat hampir dari mereka telah melakukan Isolasi selama 14 hari di rumah biru sehingga dengan diadakannya rekreasi di Pantai, maka bisa membantu memperbaiki suasana hati para OTG tersebut.

Tak hanya rekreasi, ke depan dr. Elia Kurni berencana akan melakukan beberapa Program lain yang dapat membantu penyembuhan mereka, seperti olahraga dan penguatan iman melalui ibadah – ibadah yang dilakukan. Dan untuk mewujudkan hal tersebut ia menyampaikan bahwa dalam beberapa hari kedepan, akan coba menyurati FKUB untuk dapat mengatur jadwal pelayanan keagamaan di rumah biru dan juga mencari guru senam.

dr. Elia Kurni berharap dengan adanya program – program yang di terapkan ini, semoga dapat membantu, dalam hal psikis dan mental dari mereka yang terkonfirnasi Covid-19, sehingga dapat membantu produksi Immun tubuh dengan baik, sehingga dapat cepat memperoleh kesembuhan. dr. Elia Kurni juga berharap meminta dukungan kepada Pemerintah Daerah, Gugus Tugas  dan dukungan dari masyarakat, untuk tidak mendiskriminasi mereka yang sementara melakukan Isolasi di Rumah Biru.

Tidak lupa, sebagai petugas kesehatan ia juga berpesan kepada masyarakat, untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan. Tutupnya.

“Dalam kesempatan kali ini saya mohon kepada pemerintah, Gugus Tugas tingkat kabupaten distrik maupun kampung, tetapi juga dukungan dari masyarakat bahwa mereka – mereka yang ada di dalam, mereka bukan orang yang harus di stikma negatif, mereka bukan orang yang harus di diskriminasi, tetapi bagaimana kita mengajak mereka membangun mental mereka sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan “

(Foto : Klaster Kesehatan Kab. Kepulauan Yapen).


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *