1 tahun berdiri, SMP Negeri Satu Atap Karoaipi, Belum Terdaftar secara nasional

Reporter : Andrew Woria

Teluk Ampimoi – Wakil Bupati Kepulauan Yapen pada hari senin, 07 Juli 2020 melakukan kunjungan kerja ke distrik teluk Ampimoi, tepatnya di kampung Karoaipi. Kunjungan kerja ini didampingi langsung oleh Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen, Saskar Paiederouw, Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Yapen, Daniel Reba, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kepulauan Yapen. Kunjungan kerja orang nomor dua di Kepulauan Yapen ini adalah dalam rangka memperingati dan merayakan 1 tahun berdirinya SMP Negeri Karoaipi, setelah 1 tahun dicanangkan olehnya.

Dalam kesempatan wawancaranya Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Frans Sanadi mengatakan bahwa di ulang tahun yang pertama SMP Negeri ini, patut disyukuri sebagai berkat dari Tuhan karena untuk membentuk sekolah ini, butuhkan waktu yang cukup lama.

“Jadi kita waktu datang setahun yang lalu juga dibulan juli, untuk membentuk SMP ini dimana masyarakat di sini bercucuran Air Mata, serta merindukan sekolah yang berdiri di kawasan Teluk tepatnya di tanjung ini. ” ujarnya.

Dengan adanya sekolah negeri ini maka anak-anak di Kampung ini tidak perlu lagi jauh-jauh, bahkan ke kota Serui untuk menempuh pendidikan sekolah menengah pertama, tetapi cukup dengan memanfaatkan sarana yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk mempermudah adik-adik pelajar dapat menjangkau sekolah. Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah Kepulauan Yapen, sehingga pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk meningkatkan sarana pendidikan sekolah ini, ke tengah-tengah kampung Karoaipi. Wakil Bupati juga berharap di tahun-tahun yang akan datang, pemerintah daerah bisa segera secepatnya menyediakan sarana gedung bagi SMP Negeri Ini.

Sementara itu, Keliopas Raunsai selaku kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap, kampung Karoaipi kepada humas mengatakan bahwa, Iya bersyukur kepada Tuhan atas nama masyarakat di kampung ini, dirinya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tenaga guru yang mengajar di SMP Negeri tersebut merupakan guru tenaga kontrak. Di SMP ini duduk sebanyak 18 siswa yang duduk pada kelas 7 dan kelas 8. Sementara untuk tahun ajaran baru, SMP Negeri ini telah menerima 14 siswa baru, sehingga total siswa yang menempuh pendidikan di sekolah ini berjumlah 22 orang. Keliopas menjelaskan bahwa saat ini pihaknya membutuhkan 2 gedung ruangan belajar yang baru, untuk dipakai ditahun ajaran ini. Selain itu terkait operasional sekolah, hingga saat ini juga belum dipakai dengan baik, dikarenakan belum ada nomor ASN nya yang terdaftar secara nasional.

(Foto : Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *