Ratusan warga asal Kepulauan Yapen di Jayapura, akan segera di pulangkan sesuai protokol covid-19.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Penangung jawab kepulangan warga Saireri di Jayapura, telah melakukan pertemuan bersama Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Pelni, KSPP untuk menentukan kapal mana yang nantinya akan digunakan untuk mengantar pulang kurang lebih 3000 lebih masyarakat Saireri yang ber KTP penduduk dari 4 kabupaten yaitu Biak, Supiori, Yapen dan Waropen, akibat pandemik covid-19.

Pemulangan warga Saireri secara khusus warga asli Kabupaten Kepulauan Yapen ini, mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh, antara lain dari Wakil Bupati Kepulauan Yapen. Ketika dikonfirmasi kepada wakil Bupati, Frans Sanadi, ia menjelaskan agar warga Kepulauan Yapen termasuk mahasiswa yang menuntut ilmu di kota study di Jayapura, untuk tetap bersabar sampai dengan waktu yang ditentukan oleh Pemprov Papua, dalam hal ini terkait akses transportasi. Menurut Frans jika mereka datang dan dengan pengawasan di Serui yang saat ini mulai ketat, maka sangat sulit untuk membuka agar mereka bisak masuk. Ia juga meminta agar warga masyarakat dapat memahami hal ini dan bersama menjaga agar daerah ini ( kabupaten Kepulauan Yapen) tetap aman.

“Saya juga minta kepada keluarga disini, anak-anak di Jayapura supaya menahan diri. Artinya tidak menginformasikan untuk mereka kembali dulu, karena perkulihan mereka tidak berhenti, yang sekolah tetap sekolah dari rumah, jadi saya minta ini jadi perhatian kita semua.” Ujarnya.

Sementara itu, ketua DPRD Kepulauan Yapen, Yohanis Raubaba, ketika dijumpai mengatakan bahwa menindak lanjuti rapat oleh Pemerintah Provinsi Papua bersama Forkompimda Provinsi, ia berharap agar melalui izin pembukaan transportasi nantinya dengan kapal laut, ataupun pesawat maka warga Saireri asal kabupaten Kepulauan Yapen, sudah bisa kembali pastinya namun dengan mengikuti protap yang telah disampaikan oleh pemerintah Provinsi Papua.

“Kita berharap dengan membuka akses kapal laut untuk bisa berlayar ataupun pesawat untuk bias terbang, sesuai dengan himbauan dari pemerintah provinsi, saya pikir mereka sudah bias balik ke kabupaten Kepulauan Yapen, tapi harus mengikuti protokol yaitu di rapid test dan swab ” ujarnya.

(Foto : Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *