Di Ambai, 17 kampung telah menerima BLT, tersisa 1 kampung Rondepi.

Reporter : Andrew Woria

Marawi – BLT dana desa untuk 17 kampung di distrik Ambai, akhirnya tersalurkan dan tersisa 1 kampung yaitu kampung Rondepi yang mengalami kendala. dalam penyaluran BLT dana kampung ini, disaksikan langsung oleh Kadistrik Kepulauan Ambai, Hugo Numberi, kepala kampung Marawi, Bamuskam dan warga masyarakat pada hari sabtu, 09/05/2020.

Pada kampung Marawi, diberikan BLT dari 30% dana desa diperuntukan untuk pencegahan penanganan covid-19. Kadistrik berpesan agar warga dapat memanfaatkan dana ini dengan sebaik baiknya. Terkait pencegahan dan pengendalian, kadistrik minta tetap melaksanakan pencegahan sesuai protap yang berlaku. Kebiasaan yang ada dalam pencegahan tetap di berlakukan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan jaga kebersihan.

“Bantuan ini setelah diserahkan tentunya kita berharap bahwa dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya diperuntukkan untuk jaminan itu , selama 3 bulan ke depan yaitu dari bulan april, mei dan juni. Dari pemberian bantuan ini 1 bulan yaitu setiap keluarganya tuh berjumlah Rp 600.000 dan hari ini kita boleh bayar kan tiga bulan sekaligus bulan april, mei dan juni sebesar Rp.1.800.000,- / KK.” ungkapnya. Ia juga berpesan agar dana yang diterima jangan sampai disalah gunakan. Hugo juga menjelaskan bahwa dari 18 Kampung diwilayah distrik kepulauan Ambai, tersisa 1 kampung yang belum disalurkan BLT desa. yaitu kampung Rondepi. keterlambatan ini dikarenakan masalah Rekening desa yang tidak aktif dan telah diproses, serta direncanakan akan disalurkan pada hari selasa mendatang.

Selain itu kepala kampung Marawi, Nickson Oropa menjelaskan bahwa ada 60 kepala keluarga di kampung Marawi yang menerima BLT desa, selain memberikan bantuan tunai, pihaknya juga memberikan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, gula dan sebagainya. Selama masa pandemi, yang paling dirasakan adalah keterbatasan dalam mencari ikan. Marlin Kaiwai seorang pendamping distrik menambahkan bahwa BLT yang diberikan diberikan secara tunai, dengan total pencairan 100 % dari 30% untuk tiga bulan. hal ini dilaksanakan berdasarkan edaran Mentri Desa.

Sementara Bahan makanan yang diserahkan juga bersumber dari pembelanjaan BLT. Tak hanya itu, dibelanjakan juga APD, honor tim relawan, sejumlah fasilitas pencuci tangan yang dibagi ke masyarakat.

(Foto dan video : Robby Mesak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *