Rapat status siaga darurat tangani Covid-19, Anis Raubaba : Gedung DPRD Kep. Yapen siap jadi ruang isolasi ODP.

Reporter : Andrew Woria

Serui – Rapat ke-4 tim gugus tugas penanganan covid-19 Kepulauan Yapen kali ini, untuk melakukan evaluasi dan menentukan protap langkah-langkah dan mendengar kendala yang dihadapi di lapangan.

Selain itu juga dibahas tentang perubahan SK, oleh Bupati Kepulauan Yapen, maka gugus tugas terdiri dari Ketua Pelaksana yang diketuai oleh Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, Wakil Ketua Pelaksana, Frans Sanadi, sementara ketua harian yang dijabat oleh sekda Kepulauan Yapen, Wakil Ketua harian dijabat oleh kabag OPS Polres Kepulauan Yapen, sekertaris oleh Dinkes Kepulauan Yapen, pembentukan gugus tugas ini, sesuai dengan Perpres 07 tahun 2020. Rapat ini juga membahas langkah-langkah yang harus segera dilakukan menghadapi covid-19.

Kadis. Kesehatan Kepulauan Yapen, Karolus Tanawani dalam keterangan laporan umumnya, mengatakan bahwa yang baru kelihatan bekerja adalah cluster kesehatan, dengan aksi yang sudah dilakukan sejak tanggal 19/03/2020, sesuai tupoksi dengan mengumpulkan kepala puskesmas di Kepulauan Yapen, guna melaksanakan tindakan preventif, tingkatkan puskesmas berupa pelayanan penyuluhan sesuai kemampuan mereka, sementara di kabupaten sendiri, Dinkes melakukan penyuluhan ke berbagai tempat dan institusi, selain itu melakukan tindakan pencegahan seperti penyemprotan dan pemantauan di 4 pintu utama di Kepulauan Yapen dan yang belum dilakukan adalah di pintu masuk PT. SWPI Dawai. Menurut Karolus yang dilakukan oleh dinas seakan-akan berjalan secara spontanitas tanpa komando, sehingga ia berharap tim gugus ini harus solid sehingga pelaksanaan di lapangan, bisa saling mendukung ujarnya. Menurutnya APD baik masker maupun alkohol, harus segera didatangkan karena stok yang ada sangat terbatas hingga saat ini.

Hal ini juga dijelaskan oleh Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP. Kariawan Barus yang meminta agar pemerintah harus memikirkan sejumlah hal jika opsi Lockdown dijalankan. Terkait gedung isolasi yang disiapkan RSUD Serui saat ini hanya menampung 5 tempat tidur untuk PDP, sementara untuk ODP belum ada.

Hal ini direspon positif oleh Ketua DPRD Kepulauan Yapen, Anis Raubaba. Ketua DPRD Kepulauan Yapen juga menjawab bahwa pemerintah bisa menggunakan gedung DPRD Kepulauan Yapen, untuk dijadikan gedung Isolasi ODP (Orang Dalam Pantauan) jika diperlukan, selain itu ia juga minta harus ada penegasan yang dibentuk, untuk menertibkan masyarakat yang berkumpul dimalam hari, dirinya meminta agar pemerintah daerah harus segera mengambil langkah-langkah terkait dengan APD. Ia meminta agar segera mungkin diselesaikan dan diadakan, ia meminta agar tidak ada rapat-rapat lagi ke depan.

Stok bulog saat ini dilaporkan telah mempersiapkan 2000 ton beras untuk menyikapi puasa dan lebaran, sehingga untuk penangan covid-19 saat ini juga telah dilakukan pembongkaran kontener sebesar 1000 ton dengan total 3. 300 ton bagi ASN dan masyarakat di Kepulauan Yapen dan Waropen dengan sasaran sekitar 4 bulan. Mengenai gula saat ini kosong dan diharapkan sebelum Ramadhan sudah ada gula.

Disperindagkop menambahkan bahwa kondisi harga gula mengalami peningkatan, karena stok terbatas harga gula secara nasional juga memang mengalami kenaikan ujarnya, sementara direncanakan gula akan di impor oleh kementrian perdagangan pada april mendatang.

Sementara Direktur RSUD Serui, dr. Jhonny B. Abaa, M.Kes menjelaskan besok APD 26/03/2020 unit dari Jayapura untuk RSUD Serui, akan tiba di Serui dan sesuai hasil rapat untuk rujukan pasien dirujuk ke Nabire menggunakan Speedboat, hal ini menurut Wakil Bupati, Frans Sanadi harus segera dilaksanakan dan terkait SK yang telah dirombak, dirinya berharap agar SK tersebut segera ditanda tangani guna sebagai dasar gugus tugas percepatan penanganan covid di Kepulauan Yapen.

Sementara ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Yapen, Ir. Alexander Nussy, MM  menjelaskan bahwa akan dibentuk satgas pangan yang ditugaskan untuk melakukan operasi pasar. Selain itu juga satgas patroli akan dibentuk untuk menertibkan warga yang masih berkumpul di tempat umum.

Wakil Bupati Frans menjelaskan bahwa lewat rapat ini juga, perlu diputuskan bersama status  di Kepulauan Yapen yaitu menjadi status siaga darurat, selain itu  untuk wilayah timur, perencanaan anggaran harus dieksekusi secepatnya, agar tim ini bisa jalan dengan tujuan bagaimana menghadapi dan mencegah masuknya covid-19 di Kepulauan Yapen.

(foto : Andrew Woria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *