“alami perubahan sistim ujian, ini penjelasan dinas pendidikan dan kebudayaan kepulauan yapen”

Reporter : Andrew Woria
Serui – Menghadapi ujian nasional tahun 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen melalui kepala dinas, Saskar Paiderouw, S.Pd, MA menjelaskan terkait pelaksanaan ujian nanti.

Kepada humas di ruang kerjanya, Saskar mengatakan bahwa ujian nasional tahun 2020 kali ini telah mengalami perubahan sistem yaitu pada penyusunan soal ujian sekolah, dimana nama ujian nasional berubah menjadi ujian sekolah. Kemudian nantinya pada ujian sekolah akan diatur pada ketentuan antara lain, semua soal ujian sekolah akan disusun oleh sekolah yang bersangkutan baik untuk tingkat SD, SMP maupun tingkat SMA.

Saskar menambahkan bahwa waktu pelaksanaan ujian sendiri juga, akan ditetapkan oleh sekolah hingga pada tahap pengoreksian soal dan tahap kelulusan. Sementara terkait pembiayaan, tidak mengalami perubahan yaitu sebagian dibiayai menggunakan dana BOS dan sebagian dibantu oleh Pemerintah Daerah.

Dirinya mengatakan bahwa untuk tingkat SMA dan SMK ujiannya saat ini tengah berlangsung dan mata pelajaran ujian nasional akan berlangsung di hari senin, sedangkan untuk SMP telah dilakukan rapat dengan para kepala sekolah dan pelaksanaan ujian akan berlangsung pada 30 Maret 2020 hingga 4 April 2020. Untuk SMP sendiri juga ada beberapa sekolah yang melakukan ujian berbasis komputer, karena sekolah tersebut telah terfasilitasi perangkat komputer yang lengkap, namun ada juga sekolah yang melaksanakan ujiannya berbasis kertas karena belum memiliki fasilitas komputer.

Untuk SD sendiri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen ini menjelaskan bahwa, belum menetapkan waktu bersama para kepala sekolah di Kepulauan Yapen. Hal ini pertama kalinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama sekolah menetapkan waktu ujian selain itu hal ini juga untuk memudahkan pengawasan atau monitoring dari Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten.

Terkait soal-soal ujian, kadis. Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan bahwa, soal-soal ujian menjadi tanggung jawab dari masing-masing sekolah yang melaksanakan ujian, sementara dinas hanya memfasilitasi penggandaan soal, serta mencetak soal-soal tersebut agar dapat selesai tepat waktu dan tidak mengalami keterlambatan pelaksanaan ujian ungkapnya.
(foto : Andrew Woria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *