Tinjau Hatchery PT. Yamase, ini dia tanggapan Ketua Komite II DPD-RI, Yorrys Raweyai

Reporter : Andrew Woria

Kabuena – Usai melakukan pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kepulauan Yapen di gedung Silas Papare Serui, Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai didampingi Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos melakukan kunjungan kerja ke lokasi dibangunnya hatchery yang dikelola oleh PT. Yamase di Kabuena.

Hatchery adalah suatu bangunan yang berfungsi sebagai tempat memproduksi benih ikan, mulai dari pemijahan sampai menghasilkan larva. Jenis ikan yang direncanakan dikembangbiakkan adalah jenis ikan baramuni atau yang lebih dikenal dengan kakap putih.

Ketika di wawancarai oleh media dan humas kepada Ketua Komite II DPD-RI, Yorrys Raweyai mengatakan bahwa, sesuai dengan tupoksi yang dimilikinya sebagai Ketua Komite 2 DPD RI dan sebagai ketua for Papua yang terdiri dari DPD dan DPR RI, memahami menyimak dinamika perkembangan Papua khususnya di Kepulauan Yapen.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pencemaran limbah air di PT. SWPI di distrik Yapen Timur. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi terobosan teknologi kelautan, yang sebelumnya dirinya bicarakan bersama Bupati 6 tahun lalu, yang agak mandek karena sudah lebih dari 5 tahun, sehingga di momentum kali ini dirinya meninjau dan tidak menduga bahwa Bupati telah membangun teknologi modern Kelautan tersebut di Kepulauan Yapen, yang belum dikembangkan di Indonesia. Dirinya mengaku bangga dan kaget, karena dikerjakan oleh anak-anak bangsa sehingga ke depannya, ia berharap hal ini bisa menjadi contoh dalam pengembangan teknologi kelautan bagi Indonesia khususnya dari Kabupaten Kepulauan Yapen.

Hatchery milik perusahaan daerah PT. Yamase ( Yapen Mandiri Sejahtera ) ini memiliki 8 keramba, yang jika dikalkulasikan masing-masing keramba ketika difungsikan secara maksimal dapat menghasilkan hingga 10 milyar / keramba, dengan Cost / biaya produksi mencapai 50 – 60 persen, maka bisa dipastikan pendapatan pertahun memcapai 35 milyar Rupiah. Hatchery ini juga menggunakan resiplisem aqua system /RAS System, selain itu Perusda. Yamase juga telah  bekerja sama dengan PERNUSA yang siap membeli produk ikan yang akan dikembangkan.

Kepada media dan humas, Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar, S.Sos mengatakan bahwa, pertemuannya bersama Ketua Komite II DPD RI, ini untuk menyampaikan aspirasi guna diperjuangkan di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, diantara aspirasi tersebut yaitu pengembangan potensi Kelautan dan Pariwisata di Kepulauan Yapen. Oleh karena itu daerah sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini KKP, untuk memberikan bantuan kelanjutan dari hatchery yang telah dibangun kurang lebih 6 tahun yang lalu, tapi karena terbentur biaya sehingga agak terlambat selama 2 tahun stagnasi pembangunan hatchery tersebut ungkapnya.

Bupati menambahkan kerjasama dengan KKP, dimana akan diberikan bantuan pembangunan cold stored, kapal-kapal kecil untuk nelayan dan juga keramba. Kapasitas penampungan hatchery PT. Yamase ini mencapai 7 juta dengan 8 keramba apung, sementara yang bisa digunakan baru mencapai 2 juta yang bisa ditampung, sehingga sisanya akan dikembalikan ke alam, dalam kunjungan Ketua Komite 2 DPD RI, Yoris raweyai, Bupati Tonny berharap agar sebagai anggota DPD RI ini bisa menyampaikan kepada menteri terkait, agar dapat membantu sehingga di 2020 ini Hatcery tersebut dapat beroperasi.

(foto dan video : C.R.I)

Leave a Reply