Wabup Kepulauan Yapen : Asrama Mahasiswa Bukan Asrama Keluarga!!!

Reporter : Andrew Woria

Serui – Sejumlah mahasiswa di kota studi mengalami kendala dalam penempatan asrama, hal ini langsung mendapat perhatian oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen. Ketika dikonfirmasi hal tersebut kepada Wakil Bupati, Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA di ruang kerjanya mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan Asisten 1 Setda Bidang Pemerintahan, untuk melakukan evaluasi dan pendekatan dengan semua pihak yang terkait termasuk asrama di Surabaya dan asrama putri Kotaraja di kota Jayapura untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

Khusus untuk masalah asrama putri Kotaraja di kota Jayapura, dirinya telah menerima laporan bahwa asrama tersebut bukan lagi menjadi asrama putri tetapi menjadi asrama keluarga.

“Ini yang tidak boleh, kita bangun asrama ini tujuannya yaitu bagaimana kita punya mahasiswi Kepulauan Yapen yang ada di Jayapura ini, bisa bersekolah dengan baik dengan tempat tinggal yang baik juga. Namun saat ini sudah bukan menjadi asrama putri lagi, akan tetapi telah menjadi asrama keluarga” ungkapnya.

Wabup sendiri juga menerima laporan dari Drs. Yason Muabuay yang kebetulan tinggal bersebelahan dengan lokasi asrama putrid dan merasa terganggu dengan aktifitas di aspuri Kepulauan Yapen yang tidak sesuai peruntukannya, sehingga hal ini harus segera diselesaikan secepatnya.

Terkait permasalahan asrama mahasiswa di Surabaya, yang telah jatuh tempo dan tidak dibayar oleh pemerintah daerah, Wakil Bupati mengatakan bahwa asrama tersebut bukan merupakan aset pemerintah daerah Kepulauan Yapen, akan tetapi merupakan sebuah kontrakan yang dibayar setiap tahunnya oleh Pemda, dimana setiap tahunnya pemerintah daerah membayar kontrakan tersebut senilai 60 juta Rupiah, guna diperuntukan dan difungsikan sebagai asrama mahasiswa Kepulauan Yapen. Sementara hingga tahun ini 2020 pemerintah daerah belum menerima laporan tertulis resmi secara administrasi dari penanggung jawab/kordinator asrama di Surabaya. Dimana laporan tertulis resmi ini lah yang akan menjadi bahan pertanggungjawaban pemda guna perencanaan anggaran untuk membayar kontrakan tersebut.

Sementara ketika ditanya mengenai jumlah penghuni mahasiswa di asrama Surabaya, Wakil Bupati, Frans Sanadi sendiri belum mengetahui jumlah penghuni di asrama tersebut, karena belum ada laporan secara resmi oleh koordinator asrama mahasiswa di kota study Surabaya tersebut. Namun pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan segera mengambil langkah-langkah guna menyelesaikan kendala tersebut.

(foto & video : C.R.I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *