Ini dia jalan provinsi dan jalan kabupaten di Kepulauan Yapen.

Reporter : Andrew Woria

Tindaret – Pada periode pertama hingga ke dua ini, program pembangunan di Kepulauan Yapen lebih di prioritaskan ke pembangunan infrastruktur. Infrastruktur menjadi penting untuk pengembangan aksesbilitas dari seluruh kegiatan ekonomi masyarakat. Seperti diketahui di Tanah Papua untuk pembangunan infrastruktur baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sangat minim. Sehingga sejalan dengan itu melalui program pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bersinergi, seperti pembangunan jembatan Mananayan, dimana pada hari minggu, 12/01/2020 Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos bersama Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA serta Sekretaris Daerah Ir. Alexander Nussy, MM dan Asisten III Setda, Erny R. Tania, S.IP melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Jembatan tersebut dibangun menggunakan APBN yang bersumber dari Balai, dengan ruas jalan mulai dari pelabuhan, Kabuena, pertigaan Menawi, Saubeba hingga ke arah Yobi. Ruas jalan tersebut selama ini ditangani oleh pemerintah pusat dan patut pemerintah Kepulauan Yapen bersyukur karena pembangunan jembatan dari tahun 2017 hingga saat ini, telah rampung dan dapat digunakan.

Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos menjelaskan bahwa dalam program Provinsi Papua, ada sejumlah ruas jalan provinsi yang ditangani yaitu mulai dari Menawi hingga ke arah Mananayan dan ke arah Dawai. Sementara untuk sebelah barat Pulau Yapen yaitu mulai dari jalan Serui menuju ke Ansus. Sejak dua tahun terakhir ini oleh provinsi tidak ada dana, dikarenakan fokus kepada penyelenggaraan PON, tetapi di tahun 2020 ini dana tersebut telah tersedia kurang lebih sebesar 30 miliar, guna penyelesaian jalan provinsi dan juga diarahkan untuk membantu penyelesaian mulai dari Mananayan menuju ke Sumberbaba – Dawai. Bupati Tonny berharap ruas jalan provinsi ini dapat rampung hingga ke arah Dawai, distrik Yapen Timur.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam pembangunan infrastruktur ini ada beberapa ruas jalan yang dikerjakan dalam ruas jalan Kabupaten, Tonny menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut dikerjakan di bagian utara dari Saubeba menuju ke arah Poom. Ruas bagian utara ini cukup panjang dan akan diaspal serta dilanjutkan di tahun 2020 ini, dengan alokasi dana dari pinjaman daerah kurang lebih sebesar 60 miliar, dengan target membuka jalan baru dan mengaspal jalan yang telah ada. Sehingga Bupati Tonny berharap akses tersebut dapat sampai hingga di Windesi. Sementara itu untuk ruas jalan provinsi yang ditangani juga dari ruas jalan kabupaten adalah di ruas timur dan barat dari pinjaman daerah, yang diharapkan di tahun 2020 ini bisa terselesaikan. Untuk ruas jalan bagian timur kurang lebih sepanjang 13 km dan sebelah barat kurang lebih sekitar 29 km. Jalan tersebut diharapkan dapat dilakukan pengaspalan mulai dari Mariarotu sampai ke Papuma dan di ruas jalan sisanya akan diusulkan di tahun 2021, untuk diselesaikan oleh provinsi Papua sampai ke jalan Ansus. Sementara dari wilayah Ansus, jalan Kabupaten dibuka kembali mulai dari Natabui – Munggui dan dari Munggui ke Poom. Sehingga akses ke utara bisa lebih cepat diakses melalui Poom, Munggui, masuk ke Ansus dan juga ke Serui.

Sementara di ruas barat bagian selatan, yaitu ruas jalan dari Wooi, yang dibuka dari daerah Hahorei, masuk ke Dumani, Rambawi, dilanjutkan ke Kanaki dan Wooinap. Bupati Tonny menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut beberapa hari sempat diprotes oleh seorang warga di sosial media terkait tanaman dan lahan yang digunakan untuk membuka ruas jalan tersebut. Selaku pemerintah daerah Kepulauan Yapen menjelaskan bahwa, sebelum melakukan pembangunan akses jalan tersebut telah dilakukan audiensi dan sosialisasi yang melibatkan dewan adat dengan masyarakat sekitar dimana dijelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut memiliki dampak terhadap hutan serta kebun-kebun dari masyarakat.  Dan hasil dari pertemuan tersebut yaitu masyarakat merelakan untuk pembangunan akses jalan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat juga memahami bahwa pembangunan akses jalan ini adalah bagian yang sangat penting, untuk peningkatan perekonomian masyarakat yang ada di kampung hingga sampai di kota, selain itu dapat menekan harga barang yang ada di kampung menjadi murah dengan akses jalan yang baik.  Bupati Tonny Tesar menjelaskan dengan adanya keluhan tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi, menurut Bupati jika ada 1 atau 2 orang yang mengeluh terkait pembukaan lokasi pembangunan jalan tersebut, dirinya memaklumi dan akan tetap terus membangun infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Kepulauan Yapen.

(Foto dan video : C.R.I)

Leave a Reply