ASN di Serui Ikuti VCT/ Cek HIV

Serui – 15/11/2019, puluhan Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah Kepulauan Yapen melakukan VCT atau pemeriksaan HIV.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA yang di dampingi Istri melakukan cek atau VCT. Kepada media Frans mengatakan bahwa seluruh Aparatur Negara akan menjadi panutan untuk pengambilan sampel darah dalam rangka untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi yang terutama sebagai ASN yang mendahului pemeriksaan darah HIV/ AIDS di Kepulauan Yapen sehingga memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Sebagai pimpinan daerah kita harus mendahului pemeriksaan ini sehingga ASN (aparatur sipil negara) yang adalah abdi negara, abdi masyarakat ini bersama-sama bisa mengambil sampel darah dalam rangka pemeriksaan kesehatan terutama yang menyangkut dengan HIV/AIDS.” ungkapnya.

Frans menambahkan bahwa pemeriksaan kali ini bukan saja kepada pemeriksaan HIV tetapi juga merupakan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan, sehingga lebih awal kita mengetahui kesakitan yang di derita. Dirinya juga menghimbau kepada ASN di Pemkab. Kepulauan Yapen agar dengan senang hati memeriksa kesehatan khususnya HIV.

Dari pantauan humas di lapangan, terlihat partisipasi ASN masih sedikit berkisar 30 ℅ dalam VCT kali ini, sejumlah pimpinan OPD juga terlihat hadir, seperti kepala Dinas Perikanan, Kepala Disperindagkop, Kepala Dinas Kominfo, Direktur RSUD serui, serta ASN Lainnya.

Ketika ditemui kepada Perwakilan KPAD Kepulauan Yapen, melalui sekretaris KPAD Kepulauan Yapen, Sahad Siagian menjelaskan bahwa VCT kali ini adalah program dalam rangka peringatan hari Aids sedunia daan juga HUT Korpri yang bekerja sama dengan pemda Kepulauan Yapen. VCT ini juga bukan merupakan paksaan bagi ASN.

“Tidak ada pemaksaan, siapa yang mau saja, sukarela, kalaupun nanti tidak semua hari ini, mungkin bulan-bulan berikutnya kita akan laksanakan seperti ini juga, bagi siapa yang mau.”

Sahad menambahkan bahwa sebenarnya VCT harus dilaksanakan 6 bulan sekali, karena itu juga menyangkut berbagai hal yang harus dikordinasikan, dirinya mengatakan sejak tahun 1995 hingga tahun 2019 triwulan ke-III, jumlah kasus HIV di Kepulauan Yapen mencapai 1022 Kasus. Pihaknya juga merangkul semua komunitas agar dapat menemukan yang terjangkit, melakukan pengobatan dan mempertahankan. Warga juga di himbau tidak perlu takut dalam melakukan tes HIV atau VCT agar lebih tau status kesehatannya.

(Jur : A.W/ foto : M.R) (Admin : B.K.)