the official website of the Kabupaten Kepulauan Yapen
UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL (HARDIKNAS) TAHUN 2019 Previous item SOSIALISASI PENYELESAIAN... Next item IBADAH SYUKURAN PERAYAAN...

UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL (HARDIKNAS) TAHUN 2019

Serui – Walaupun sempat tertunda beberapa saat, disebabkan oleh kondisi cuaca hujan deras, namun tidak menurunkan semangat dari para peserta upacara yang terdiri dari pejabat daerah, para pendidik dan para murid di Kabupaten Kepulauan Yapen, untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan juga serangkaian acara lainnya dalam rangka menyemarakan hardiknas pada pagi tadi, bertempat di Lapangan Trikora (Alun-alun) Serui pagi tadi, pada kamis 02/05/2019.

Hujan yang begitu deras senin pagi itu, terlihat barisan kelompok-kelompok orang yang sedang berteduh dibawah pepohonan yang mengelilingi lapangan Trikora alun-alun Serui, mereka berkumpul di area lapangan tersebut bukan tanpa alasan mereka berkumpul untuk mengkuti upacara peringatan pendidikan nasional dan bagi mereka hal ini perlu dilakukan agar terlihat bahwa hingga saat ini dunia pendidikan di Kepulauan Yapen masih terus eksis dan berjalan dengan baik dan juga disisilain bahwa pendidikan adalah hal yang penting dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Yapen ke depannya nanti.

Begitu hujan reda, tanpa membuang waktu lagi peserta upacara yang didominasi oleh para pendidik dan anak didik langsung disigap memenuhi lapangan dan upacara pun segera dimulai.

Turut hadir sebagai pembina upacara pada Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 ini yaitu Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Frans Sanadi, Bsc, S.Sos, MBA, dan juga para muspida Kabupaten Kepuluan Yapen.

Sebagai pembina upacara sudah merupakan tugas pada Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 untuk membacakan pidato dari Mentria Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Isi pidato tersebut diawali dengan ajakan untuk marilah kita bersama-sama bermunajat, memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk kita dan seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Tokoh pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Pengasih memberi kedudukan yang mulia kepada beliau dan para pahlawan, khususnya para pejuang pendidikan yang telah mendahului kita.

Wakil Bupati pun melanjutkan membaca pidato menteri dimana kita juga bersyukur, bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, tanggal 17 April 2019 yang lalu. Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 mei 2019. Dilihat dari sudut pandang pendidikan, di dalam Pemilihan Umum harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan. Dalam hal ini semakin dewasa dalam berdemokrasi. Perlu kita ketahui bersama bahwa terbentuknya warga negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional kita.

Dalam pidato tersebut juga menyebutkan bahwa  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13: menyebutkan “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Dalam pidato tersebut juga membahas tentang revolusi industri 4.0 dimana Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat. Sehingga saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.

Kemudian Wakil Bupati pun melanjutkan pembacaan pidato Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai penutup yakni Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Selanjutnya, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama kepada Ibu dan Bapak pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang, para pegiat PAUD, pegiat literasi, para tokoh agama, wartawan, dan kontributor pendidik lainnya, yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Seusai Upacara kegiatan tidak berhenti sampai disitu namun juga para hadirin diajak untuk menyantap hidangan yang telah disediakan oleh panitia Upacara dan juga sajian bermacam pertunjukan oleh anak-anak didik dalam rangka menyemarakan HADIRKNAS Tahun 2019 ini.

Humas Setda Kabupaten Kepulauan Yapen.