Serui – Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen, Ir Edy N Mudumi Mewakili Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Cyfrianus Y Mambay, membuka kegiatan Desiminasi 1 Audit Kasus Stunting Di Kabupaten Kepulauan Yapen. Dalam sambutan Bupati Kepulauan Yapen,  Dijelaskan bahwa penurunan stunting menjadi salah satu hal yang diprioritaskan dan harus dioptimalkan upaya percepatannya pada setiap daerah dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024 sebagaimana diamanatkan dalam peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021. 

Kaitannya dengan itu di Kabupaten Kepulauan Yapen prevalensi stunting sebesar 10,71% dalam artian ada pencapaian yang diraih dalam upaya percepatan penurunan stunting tapi juga masih ada kendala dan masalah yang dihadapi yang menuntut semua pihak yang berkepentingan untuk bekerja lebih ekstra bersinergis agar percepatan penurunan stunting di Kepulauan Yapen dapat lebih berkualitas. 

Sementara itu ditambahkan Plt Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan KB Kepulauan Yapen, Rosita, M.PD menyebutkan bahwa Audit kasus stunting 2023 ini merupakan akhir dari kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB terkait amanat yang diberikan oleh Presiden terkait Perpres no 72 tahun 2021 dimana ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain membentuk TPK, atau Tim Keluarga Beresiko Stunting di 165 Kampung dan Kelurahan, serta melakukan aksi 1,2,dan 3 yang telah diselesaikan dan melakukan kegiatan bapak asuh anak Stunting yang mana setiap pimpinan opd diberikan tanggung jawab menjadi penyalur terhadap anak anak yang sesuai lokus by name by address yang mengalami Stunting dan telah diintervensi oleh kepala kepala OPD sesuai SK yang ditandatangani oleh Bupati. 

Rosita menjelaskan bahwa di audit kasus Stunting ini ada tim teknis, dan pelaksanaannya telah dilakukan Dan pada hari ini dilakukan di kampung Serui laut yang menjadi lokus dengan mengaudit 4 balita, 2 ibu hamil dan 1 ibu ni pas, dimana persoalan ini diselesaikan langsung oleh tim pakar yang terdiri dari dokter ahli kandungan, dokter ahli anak dan pakar gizi. 

“Dengan melihat kasus yang terjadi di distrik yapen selatan, tetapi juga di puskesmas Serui kota, ini menjadi suatu hal yang perlu kami semua melihat nya secara bersama sama dan menindaklanjuti ” ujarnya 

Dirinya berharap hal ini dapat langsung diintervensi baik melalui Puskesmas Serui kota tetapi juga Melalui bapak asuh Stunting yang diberikan kepada beberapa OPD. Terkait dengan ini, yang diberikan tanggung jawab untuk menangani kasus ini baik secara langsung oleh tim pakar, tetapi juga intervensi terhadap PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sudah dituangkan melalui SK B.A.S Terbaru di Agustus 2023 dan yang akan mengintervensi langsung adalah Bank Mandiri Cabang Serui.  Lebih lanjut apabila dikemudian hari baik ibu Hamil dan Nipas, ada masalah yang dihadapi seperti masalah anemia, maka perlu penangan oleh tim pakar dalam menyelesaikan hal tersebut ujarnya.

Editor: Andrew Woria