Reporter : Robby Mesak

Serui – Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada tanggal 14 September 2021 lalu,  Komunitas Ojek Online Jayapura bersama Komunitas Suanggi menyerahkan bantuan sembako dan bahan bangunan lainnya sebagai wujud aksi kemanusiaan terhadap musibah banjir.

Hadir dalam kegiatan Peduli korban banjir Rabu, 22/09/2021. Ibu Tina Sanadi sebagai Donatur dan juga Anggota Luar biasa dari Komunitas Suanggi.

Penyerahan bantuan peduli korban banjir ini, diserahkan langsung dari Perwakilan Ojek Online Jayapura dan Komunitas Suanggi pada beberapa titik rumah warga terdampak banjir, di Kampung Imandoa, Kampung Manaini, Kampung Harapan, KPR Dusun, Newi. Mariadei dan sekitarnya.

Ketika di wawancara media, Koordinator lapangan Aksi Peduli banjir, Markus Imbiri mengatakan, Patut kita panjatkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dan berterimakasih kepada teman-teman Ojek Online (Ojol) Se Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang  sudah bersama-sama untuk menggalang dana sebesar Rp. 29.250.000,- dan berkolaborasi dengan sumber-sumber dana lainnya dari komunitas Suanggi, jadi total keseluruhan yang terkumpul Rp. 32.820.000,-,

“ini dialokasikan langsung kepada masyarakat yang terdampak banjir, tidak berupa uang tunai untuk menghindari konflik dan kecemburuan sosial, namun dialokasikan langsung dalam bentuk bahan bangunan dan bahan makanan beras” Jelas Markus.

Pembagian bantuan ini, diberikan langsung bagi 84 kepala keluarga yang tersebar di Kampung Imandoa, Kampung Manaini, Kampung Harapan, KPR Dusun, Newi. Mariadei dan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Suanggi Marinus Menufandu mengatakan bagi masyarakat kabupaten Kepulauan Yapen yang mendiami Kota serui, bahwa kami dari komunitas tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat karena keterbatasan kami, dimana kami hanya sebagai penyambung/ perpanjangan tangan dari teman-teman komunitas ojek online Jayapura.

“Kalau ada masyarakat yang melihat komunitas Suanggi yang membagikan bantuan dan masyarakat yang tidak mendapatkan bagian, kami Komunitas Suanggi meminta maaf Sebesar-besarnya”

Dirinya berharap, Doa dari bapak ibu sekalian, cepat atau lambat Pemerintah Daerah akan hadir melihat apa yang menjadi pergumulan kita bersama, ditegaskannya lagi, bagi bapak ibu yang sudah menerima setiap bantuan terdampak banjir, itu hanya meringankan beban bukan mentuntaskan musibah yang dialami.

Satu hal dari Kami komunitas Suanggi berprinsip bahwa kami meskipun tidak mempunyai Apa-apa, tetapi bukan berarti kami tidak bisa membantu orang lain, itulah kekuatan kami, dan kami percaya jika kekuatan yang kami punya ditambah dengan kekuatan dari bapak ibu sekalian di kabupaten Kepulauan Yapen, maka kami akan lebih kuat mengalami setiap persoalan di kabupaten Kepulauan Yapen ini. Tandasnya.

(Foto & Vidio : Robby Mesak)