Reporter : Andrew Woria

Paparu – Di Paparu Distrik Raimbawi, Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar, S.Sos kembali melakukan kunjungan kerjanya sekaligus meresmikan secara langsung Tugu / Monumen berdirinya jemaat GKI Maranatha Paparu pada hari Sabtu, 18/09/2021. Bupati Tonny Tesar sebelum meresmikan monumen ini menjelaskan bahwa 78 Tahun sudah injil masuk di woda dan Momentum ini harus di imani sebagai anak anak Tuhan yang merasakan bahwa dahulu kamu gelap dan kini kamu menjadi terang. Terpantau juga Ketua Klasis GKI Yapen Timur, Pdt. Budi Sikowai, S.Th hadir serta mentahbiskan  tugu tersebut,  usai meresmikan lewat penandatanganan prasasti oleh Bupati, acara dilanjutkan dengan Peletakan batu pertama pembangunan Pagar Gereja. Pagar ini direncanakan akan dibangun mengelilingi halaman gedung Gereja GKI Maranatha Paparu. Bupati Tonny mengajak semua masyarakat untuk tetap bersyukur karena penyertaan Tuhan sehingga bisa mengikuti syukuran 78 Tahun injil masuk ke Paparu.

Dirinya juga menyampaikan bahwa dibalik ungkapan syukur yang dilakukan, tetapi harus bisa memaknai makna sesungguhnya dari tugu / monumen masuknya injil ini, harus menjadi semangat bukan sekedar menjadi simbol semata ujarnya

“Pemerintah Daerah hadir bersama dengan masyarakat hari ini dalam rangka yang sama, yaitu pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam tugas dan amanah dari masyarakat” ucapnya

Ditambahkan Bupati Tonny Tesar bahwa Dampak yang di inginkan bisa terwujud melalui simbol ini, adalah bagaimana pertumbuhan iman dan karakter untuk bisa lebih baik lagi, dengan masuknya injil ini harus diwujudkan dengan semangat saling mengasihi.

Bersamaan dengan tugu yang diresmikan dan dilanjutkan dengan Peletakan batu, maka pemerintah daerah juga memberikan bantuan keagamaan kepada Panitia senilai Rp.25.000.000,-   dirinya berpesan agar masyarakat tetap kompak dalam membangun pagar gereja sehingga bisa cepat terselesaikan dengan meminta campur tangan Tuhan.

Sementara itu, Ketua Klasis GKI Yapen Timur, Pdt. Budi Sikowai dikesempatan tersebut mengatakan bahwa dalam sejarah pelayanan di Klasis yapen timur, ini adalah momentum yang harus disyukuri. BP Klasis Yapen Timur juga meminta Kepada PHMJ GKI Maranatha Paparu agar peristiwa ini tidak boleh dilihat hanya ceremonial gereja saja tetapi harus dilihat sebagai peristiwa penting perubahan panggilan gereja Serta berdampak pada perilaku orang percaya.

<(Foto dan Video : C.R.I)