Reporter : Andrew Woria

Serui – Per hari Senin 19/07/2021, 3 orang Pasien Covid-19 yang menjalani Karantina di RSUD Serui maupun dirumah, akhirnya meninggal dunia. Ketiga jenazah pasien tersebut langsung dikuburkan dengan protokol covid-19 pada hari itu juga. Direktur Rumah sakit Umum Daerah Serui, dr. Jhonny B Abaa,  ketika diklarifikasi membenarkan hal tersebut dirinya menjelaskan bahwa pasien covid yang meninggal ini diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid. Direktur RSUD Serui juga telah melaporkan hal ini Kepada Bupati Kepulauan Yapen,  darinya menjelaskan bahwa yang benar-benar dibutuhkan RSUD kali ini adalah penambahan tenaga kesehatan secara khusus yang menangani di ruang isolasi covid-19 RSUD Serui yaitu 2 tenaga dokter, tenaga perawat sebanyak 15 orang dan 6 orang petugas pemakaman.

Dirinya menjelaskan bahwa RSUD Serui bukan rumah sakit rujukan covid-19 namun pihaknya tetap akan semaksimal mungkin untuk bisa memberikan pelayanan kepada pasien covid-19. Hingga hari ini jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Serui sebanyak 15 pasien. Sementara ketika ditanya tentang daya tampung ruang isolasi dijelaskan direktur bahwa di ruang isolasi covid-19 terdapat 10 tempat tidur, sementara ruang paru juga disiapkan untuk dipakai sebagai ruang karantina dengan 10 tempat tidur dan dibuka juga ruang paviliun untuk 4 tempat tidur. Sementara ada penambahan 9 tempat tidur yang akan digelar di ruang paru dan jika ditinggalkan maka akan terdapat 33 tempat tidur untuk pasien covid-19 di RSUD Serui.

Tak hanya itu, hingga kini juga dilaporkan bahwa sejumlah tenaga medis terpapar dan terkonfirmasi positif covid-19 di antaranya adalah 2 tenaga dokter spesialis, serta 1 tenaga dokter umum yang saat ini dirawat serta diisolasi karena sesak sehingga dirinya kembali mengingatkan kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga protokol Kesehatan 5 M, serta jangan lupa untuk mengikuti vaksin agar dapat terbentuk herd imunity.

Foto : (Andrew Woria)