Reporter : Robby Mesak

Serui – Bertempat di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB menggelar kegiatan Pemutakhiran Data oleh Kader di Kampung matembu distrik Anotaurei kabupaten kepulauan Yapen. Kamis, 29/04/2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB. Maria Tanawani, S.Si. M.Kes mengatakan Pendataan Keluarga Tahun 2021 yang kemudian dikenal dengan PK21 dilaksanakan secara nasional Mulai 01 April 2021 untuk pengumpulan data-data terkait pembangunan keluarga berencana dan anggota keluarga.

“Kegiatan pendataan dilaksanakan lima tahun sekali sesuai Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga dan diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga.” Ucapnya

KB dan sistem informasi peraturan tersebut mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan pembangunan program kependudukan dan keluarga berencana maka pembangunan diperlukan data dan informasi keluarga yang dikelola dalam sistem informasi keluarga (SIGA). Terangnya Kadis

Kadis menyampaikan, petugas pengumpul data yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat, yakni Petugas Lini KB dan Kader KB terlatih dari Lingkungan RT/RW berkunjung dari rumah ke rumah dengan menggunakan format PK21.

Di distrik Anotaurei, ada sekitar 1.500 Kepala keluarga yang akan didata. Hasil dari pendataan akan dijadikan dasar kebijakan pemerintah.

Ada dua jenisĀ  keluarga sasaran dalam pendataan PK21 yaitu pertama Keluarga inti suami, istri dan anak-anak, kedua keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan kakak beradik tanpa orang, kakek atau nenek bersama atau berstatus seorang diri.

Data yang dikumpulkan petugas PK21, berupa semua aspek kehidupan keluarga mulai dari profil dari pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan lansia, Keluarga dengan resiko stunting dan keluarga dengan remaja.

Tujuan kegiatan pemutakhiran data PK 2021, untuk mengetahui data-data keluarga yang akan dimanfaatkan pemerintah dalam perencanaan intervensi program KB dan pengendalian penduduk untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. tutupnya.

(Foto: Robby Mesak)