Reporter : Andrew Woria

Serui – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melakukan pertemuan bersama sejumlah pemilik hak ulayat tanah, yang mana direncanakan akan dibangun fasilitas air bersih untuk Perusahaan Daerah Air Minum di Serui. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Setda Kepulauan Yapen ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, Asisten II bidang perekonomian, Gokman Simbolon, Asisten III bidang administrasi umum, Erni Tania, Direktur PDAM Serui, Kabag Tata Pemerintahan serta Para pemilik hak ulayat.

Kepada Humas, Bupati Tonny menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas air bersih ini telah direncanakan akan dibangun di tahun 2021, diantaranya fasilitas penjernihan yang akan dibangun diatas ulayat milik keluarga Kayame di daerah Mantembu dan kemudian akan dibangun pula penampungan air raksasa atau resevoir didua lokasi, antara lain dibukit Orai ( keluarga Manderi ) dan diatas bukit Newi (keluarga Payawa), dijelaskan Bupati bahwa pertemuan kali ini juga dibahas tentang harga dan pembayaran namun belum sepakat, yaitu tentang besaran harga dan ada juga yang menginginkan sistem kontrak. Aspirasi ini pun ditampung dan akan dibahas dengan ketentuan yang ada, ungkap Bupati.

Kepada keluarga Payawa di sekitar bukit Newi, Bupati Tonny menyampaikan ucapan terima kasih serta bersyukur karena keluarga telah sepakat dan mendukung program pemerintah sehingga pembangunan resevoir atau tempat penampungan air raksasa di Newi yang akan di usulkan untuk dikerjakan lebih dulu. Sedangkan yang lain akan ditunda sampai ada kata kesepakatan antar dua belah pihak.

“Kami bersyukur sebagai pemerintah, karena pekerjaan ini bisa kami laksanakan atas dukungan dari masyarakat, terutama keluarga pemilik hak ulayat, luar biasa memberikan respon yang baik dan kami menghargai itu.” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Serui, Ahmad Setiawan kepada humas menambahkan bahwa pertemuan ini dihadiri langsung oleh 3 pemilik hak ulayat. Ia menjelaskan bahwa ada 2 tempat untuk resevoir yang akan dibangun diatas gunung, hal ini guna menekan operasional PDAM sendiri. Hingga kini, PDAM Serui sendiri masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan dibeberapa titik karena tekanan air yang rendah, seperti di daerah Kelapa Dua dan kampung Turu. Sehingga pemerintah daerah telah berusaha untuk mencari tempat dengan ketinggian 300 KM diatas permukaan air laut, di daerah Manaiwon, Mantembu.

(Foto : VJ Polanunu)